Journal of Government and Social Issues (JGSI)
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal
<p>Journal of Government and Social Issues (JGSI) is a peer-reviewed, open-access journal published by the Department of Government Studies, the University of Lampung. Until recently, the research related to governments and social issue have been analysed in mostly in a single lens. As the result of political dynamics, the most problem of government across the globe is still unable to provide a good public service to their people due to a lack of leadership capacity. Nowadays, research about the government and social issues have been studying and analysing from many perspectives. JGSI provides multidiscipline publication for local and international researchers, especially for those who are interested in the field of government and social studies. JGSI’s first publication is in December 2021. JGSI aims to provide academia a peer-reviewed journal with high-quality research on government studies and social issues. JGSI is a biannual journal; JGSI publishes twice a year in June and December. The JGSI encourages a writer to publish the manuscript in English but JGSI also accepts articles written in Bahasa under any circumstances.</p>Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)en-USJournal of Government and Social Issues (JGSI)2830-0270<ol> <li class="show">Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a title="Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA)" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share Alike (CC BY-NC-SA)</a>.</li> <li class="show">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> <li class="show">Every publication (printed/electronic) are open access for educational purposes, research, and library. Other than the aims mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violation.</li> </ol>Paradiplomasi Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam Kerja Sama Penyelenggaraan World Surf League Krui Pro
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/74
<p>The Pesisir Barat Regency in Lampung Province sought to leverage its local potential, namely its coastal waves, by partnering with the international actor, the World Surf League, to host the WSL Krui Pro. Such a phenomenon deserves investigation, as international cooperation – also known as paradiplomacy – is pursued by subnational actors, which commonly lack bargaining power on the global stage. Using a qualitative research method with descriptive analysis and the concept of paradiplomacy, this research sheds light on the model and purpose of such a local government’s paradiplomatic practice in organizing an international surfing event. Data was gathered through interviews and relevant documents. The findings show that paradiplomacy by the Pesisir Barat Regency took shape in the model of regional paradiplomacy, which was complementary and opportunity-oriented. In addition, the local government was pursuing economic, cultural, and technical interests that belong to the first and second layers of paradiplomacy. Represented by the case study of the Pesisir Barat Regency Government in this paper, the foreign relations or cooperation by Indonesian subnationals can occur in the bottom-up process, even by regions that are underdeveloped and not used to getting involved in foreign affairs.</p>Muhammad Rizki FadillahMoh NizarLuerdi Luerdi
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-242026-06-245211610.23960/jgsi.v5i2.74Praktik Kepemimpinan Transformasional Lurah Dalam Mendorong Partisipasi Publik Di Kelurahan Rajabasa Nunyai
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/93
<p>Rendahnya partisipasi publik dalam proses pemerintahan lokal sering kali melekat pada gaya kepemimpinan yang dinilai tidak mampu membuka ruang dialog antara stakeholder dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kepemimpinan transformasional Lurah perempuan dalam mendorong partisipasi publik di Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi langsung dan wawancara mendalam dengan stakeholder dan masyarakat di Kelurahan Rajabasa Nunyai. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Lurah Rajabasa Nunyai mencerminkan dimensi kepemimpinan transformasional meliputi <em>idealized influence </em>melalui keteladanan dan kedekatan langsung dengan warga, <em>inspirational motivation </em>dengan pendekatan emosional yang kuat terhadap masyarakat, <em>individualized consideration </em>melalui proses kolaborasi dengan pemerintah kota untuk menangani persoalan infrastruktur dasar dan banjir. Ketiga dimensi kepemimpinan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas partisipasi warga dalam Musrenbang tingkat kelurahan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program. Program prioritas yang dihasilkan dari Musrenbang meliputi perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sistem drainase, serta pemberdayaan UMKM merupakan hasil nyata kepemimpinan yang humanis, responsif, dan empatik di Kelurahan Rajabasa Nynyai mampu mengubah konsep partisipasi masyarakat dari kehadiran yang formalitas menjadi kehadiran disertai keterlibatan aktif dalam pembangunan lokal melalui perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program bersama.</p>Al HabsyRegina Septi RahmadaniAzis Ahmad
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-242026-06-2452172810.23960/jgsi.v5i2.93Kesiapan Fiskal Daerah Terhadap Transisi Energi
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/73
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kapasitas fiskal daerah dan komitmen anggaran hijau di Provinsi Lampung selama periode 2018-2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah di Indonesia yang berdampak pada terbatasnya kemampuan pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan inferensial dengan data sekunder panel yang diperoleh dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan melalui model Fixed Effect Regression untuk menguji pengaruh kapasitas fiskal terhadap proporsi belanja fungsi lingkungan hidup dan energi di APBD kabupaten/kota.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio kemandirian fiskal daerah di Provinsi Lampung sebesar 28,7%, dengan proporsi belanja hijau hanya 3,4% dari total belanja daerah. Estimasi regresi menghasilkan koefisien positif dan signifikan (β=0,35; p<0,01), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas fiskal berpengaruh terhadap peningkatan komitmen fiskal hijau. Hanya dua daerah yaitu Bandar Lampung dan Tanggamus, yang tergolong siap secara fiskal dan berkomitmen tinggi terhadap transisi energi.</p> <p>Penelitian ini menegaskan bahwa kapasitas fiskal merupakan determinan utama dalam implementasi kebijakan hijau di daerah, namun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh kelembagaan dan kemauan politik. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam memperkuat mekanisme <em>green fiscal transfer</em> dan perencanaan anggaran berkelanjutan di tingkat lokal.</p>Devy Septi HeryaniGoestyari Kurnia Amantha
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-2652294210.23960/jgsi.v5i2.73Peluang dan Tantangan Pemisahan Pemilihan Umum Nasional dan Daerah dalam Perspektif Aktor
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/70
<p>Pemilihan Umum yang akan datang diadakan secara terpisah yakni Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Hal ini dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2025 memutuskan memisahkan Pemilu Nasional (Presiden, DPD, DPR) dan Pemilu Lokal (Pilkada, DPRD) mulai tahun 2029, yang bertujuan untuk meminimalkan pembiayaan negara dalam pelaksanaan pemilu, meminimalisir politik biaya tinggi bagi peserta pemilu, serta politik uang yang melibatkan pemilih, penyalahgunaan kekuasaan atau mencegah politisasi birokrasi, dan merampingkan skema kerja pemerintah dan penyelenggara. Pemilu terpisah akan mempengaruhi komitmen penguatan partai politik dalam koalisi permanen untuk memperkuat basis kekuatan mereka di lembaga-lembaga negara yang tinggi sehingga dengan pemilu serentak diharapkan bisa memfasilitasi pembenahan Sistem Presidensial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis. Sumber data penelitian ini bersifat sekunder, yaitu data yang diperoleh dari jurnal, buku, dan artikel.. Menurut hasil penelitian, dalam mewujudkan pemilihan umum nasional dan lokal antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, ada beberapa hal yang menjadi peluang dan tantangan dalam perspektif politik, baik untuk parpol, pemerintah, pemilih, dan penyelenggara pemilu. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya terkait bagaimana merancang pemilihan yang serentak dalam perspektif politik, yakni dengan mereformasi sistem perwakilan, sistem pemilihan, sistem kepartaian, dan dalam melaksanakan pemilihan umum nasional dan lokal memiliki tujuan menciptakan pemerintahan yang efektif.</p>Rifky Febrihanuddin AzisTri Wiyatno
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-262026-06-2652435810.23960/jgsi.v5i2.70Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga sebagai Problematika Sosial Modern
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/82
<p>Lack of communication within the family is a modern social problem increasingly encountered in everyday life. Changes in societal lifestyles, work demands, and rapid technological developments mean that interactions between family members are no longer as intense as they once were. Many parents are preoccupied with work, while children spend more time on their devices or doing activities outside the home. As a result, opportunities to talk, share stories, or simply listen to one another are diminishing. This situation gradually impacts the quality of family relationships. When communication is poor, misunderstandings become more likely. Small issues that should be resolved with simple conversations can escalate into larger conflicts. Furthermore, a lack of communication also strains emotional bonds between family members. The mutual trust, openness, and warmth that should exist within a family can fade over time</p>Suci SetiawatiAchmad HufadYani Achdiani
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-272026-06-2752596910.23960/jgsi.v5i2.82Transformasi Identitas Etnis Jawa dalam Dua Konteks Migrasi: Sintesis Sistematis Komparatif Transmigrasi Indonesia dan Diaspora Malaysia
https://jgsi.fisip.unila.ac.id/index.php/Jurnal/article/view/98
<p><em>Latar belakang: Celah literatur yang signifikan ditemukan dalam kajian komparatif transformasi identitas etnis Jawa antara dua konteks migrasi yang secara struktural berbeda, yakni transmigrasi domestik Indonesia dan diaspora Malaysia, sehingga pemahaman mengenai variabel pemoderasi kebijakan keetnisan negara terhadap proses akulturasi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengungkap divergensi trajektori transformasi identitas etnis Jawa dalam kedua konteks migrasi tersebut serta mengidentifikasi mekanisme dan variabel struktural yang menentukan arah dan kedalaman transformasi identitas. Metode: Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan desain meta-sintesis kualitatif berprotokol PRISMA dan kerangka SPIDER. Dari 847 artikel yang teridentifikasi dari Scopus, Web of Science, JSTOR, Google Scholar, dan ProQuest (2010–2024), sebanyak 67 artikel memenuhi kriteria inklusi sebagai korpus analisis utama. Hasil: Tiga temuan kunci teridentifikasi: (1) komunitas transmigrasi domestik cenderung mempertahankan identitas kolektif-komunal melalui mekanisme separasi-integratif, sementara diaspora Jawa di Malaysia mengalami asimilasi bertahap yang intensif lintas generasi; (2) institusi adat, bahasa, dan jaringan sosial komunal berfungsi sebagai mekanisme penyangga dengan efektivitas berbeda di kedua konteks; (3) rezim kebijakan keetnisan negara, khususnya Bumiputera di Malaysia, terbukti sebagai variabel pemoderasi determinan. Kesimpulan: Penelitian ini memperkuat kerangka akulturasi Berry dan teori batas etnis Barth dengan menambahkan dimensi kebijakan keetnisan negara sebagai variabel pemoderasi yang lebih determinan dibandingkan latar belakang budaya asal, sekaligus menegaskan relevansi kajian komparatif lintas konteks migrasi.</em></p>Himawan IndrajatPitojo Budiono
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-06-282026-06-2852708310.23960/jgsi.v5i2.98